myspace

Jumat, 29 Mei 2009

GRAFFITI

Graffiti buat Pemula

5 03 2009

Graffiti bukan hal gampang, bahkan bagi yang terlahir dengan bakat gambar. Seperti banyak bentuk seni lainya, tidak ada yang bisa dilakuan tanpa banyak-banyak latihan.

Bagi yang baru mau mulai terjun ke dunia graffiti, ada baiknya mempertajam keahlian di sketchbook dulu. Sketching adalah hal yang sangat penting baik dalam persiapan membuat graffiti, maupun sebagai aktivitas latihan. Piece biasanya lebih bagus kalau kita berangkat dari sketching. Pada sketch, loe kita bisa dengan mudah melihat piece secara keseluruhan (berbeda dengan piece di tembok yang mengharuskan kita menjauh dari tembok untuk melihatnya penuh).

Sketching tidak membutuhkan biaya apa-apa dan bisa dilakukan di situasi apa pun, misalnya pada saat naik bus, pada jam kuliah yang membosankan, di rumah, di mana saja. Yang terpenting adalah selalu bawa kertas, pensil, penghapus, dan rautan dimana pun kita berada. Lebih bagus lagi kalau kita memiliki sketchbook karena gambar kita bisa terorganisir.

Tentu saja kita tidak bisa selamanya nyangkut di sketchbook, cepat atau lambat kita harus terjun ke tembok untuk menuangkan apa yag telah kita sketch. Bagaimana teknik-teknik dasar menggunakan spray can? Simak di artikel berikutnya. [rad]




Membuat Sktesa Graffiti dg Graffiti Creator

Mas.. poenya sketsa graffiti gak? kalo poenya,kirim ke mail gua ya? [bocan]

So.. skalian gue kasih gambarannya.. plus sketsa coretan tangan-tangan terampil dari negeri tetangga… Sebenarnya kalo kita liat coretan2 mereka yg biasa disebut dg Grafitti umumnya bersifat sederhana saja tapi mempunyai nilai tinggi bro’… coba liat gambar-gambar di bawah ini

image image

image image

atau pengin liat yang outdoor …

image

Nah..nah..nah… bagi yang ngrasa punya jiwa Graffiter indonesia coba aja bikin sketsanya dulu pake Graffiti Creator. Kamu langsung bisa nyoba’ disini

Atau pengin liat-liat gallery Graffity buatan mereka di seluruh belahan negara langsung aja man… coret disini saja




Pendapat Ade (reporter kompas) tentang graffiti

21 01 2009


Seni Graffiti atau seni corat-coret bukanlah fenomena baru di masyarakat. Awalnya, seni ini digunakan sebagai salah satu bentuk bentuk protes kepada dunia politik atau apapun lewat coretan di tembok pinggir jalan. Namun, dalam perkembangannya aksi ini malah berubah fungsi menjadi seni.

Seperti halnya kelompok graffiti, Artcoholic. Komunitas graffiti yang terbentuk pada pertengahan 2001 ini, merupakan sekumpulan mahasiswa seni dan desain grafis beberapa universitas di Jakarta. Lihat saja kegiatan komunitas graffiti yang tampak sedang beraksi corat-coret di lapangan jalan Wijaya, Jakarta Selatan ini.

Sayangnya, dalam mengekspresikannya karya seni ini, kurang mendapat dukungan pemerintah, dalam hal ini DKI Jakarta. Karena niat para mahasiswa ini, ingin menuangkan isi hati dan menghibur orang-orang di jalan. Meski aksi mereka ini sering sekali berurusan dengan pihak aparat keamanan.





GRAFFITI BUKAN KEJAHATAN BOS

8 10 2008

Banyak Orang mengartikan Seni Lukis dinding (Graffity) sebagai Seni Kriminal, namun bagi paras Bomber (pembuat graffity) Seni Lukis dinding (Graffity) adalah sebuah curahan hati dari seorang bomber tersebut, namun banyak kendala yang di hadapi oleh para bomber salah satunya adalah di mana mereka mengekspresikan karya mereka tersebut kalau di setiap tempat para Bomber ingin membuat graffity, selalu di incar oleh masyarakat atau para aparat keamanan yang menentang adanya Seni dinding (Graffity).

Karena beberapa kendala tersebut lah para Bomber kebanyakan mengekspresikan karyanya pada malam hari (pada saat orang terlelap tidur), karna itulah graffity di cap oleh masyarakat Seni Kriminal. Contohnya saja saya pada waktu saya membuat karya saya pada sebuah dinding kosong di sebuah tempat pengisian bahan bakar, pada malam itu saya sedang membuat Graffity dan hampir selesai lalu saya di pergoki oleh seorang satpam yang tidak menyukai hasil karya saya, lalu saya pun di ancam di bawa ke kantor polisi namun saya menolaknya karena menurut saya, yang saya lakukan tidak di larang namun satpam tersebut tetap bersikeras untuk ingin membawa saya ke kantor polisi, pada saat itu saya sudah bingung namun ada seorang polisi datang dan bertanya “ada apa ini…?” lalu satpam tersebut menceritakan apa yang saya lakukan namun anehnya sang polisi tersebut berkata “ itukan seni bukan coret-coret sembarangan” lalu polisi itu membela saya habis-habisan lalu sang satpam mengijinkan saya pergi. Itulah pengalaman saya sebagai seorang Bomber. Menurut kami para Bomber “andai saja pemerintah memberikan tempat yang layak bagi para Bomber untuk mengekspresikan karyanya Tidak ada lagi para Bomber Gelap”.

Jadi menurut saya Graffity atau seni lainnya yang bersifat positif bukan lah hal yang Kriminal, Buat Teman-Teman Bomber Semua janganlah kalian takut mengekspresikan karya seni kalian di mana pun walaupun banyak resiko yang akan di hadapi, maju terus demi Seni……………………………….ART IS NOT CRIME ………………SENI ITU INDAH……….





SENI ITU INDAH BRO….

8 10 2008

Bayangkan kalau kita lagi terjebak di kemacetan kota. Entah itu di kolong jembatan atau di samping tembok panjang. Terus di samping kiri-kanan terpampang graffiti dalam berbagai bentuk. Nah, para bomber tadi sih maunya menjadikan karya-karya tuh sebagai penyegaran mata.

“Kan enak, lagi macet sambil melihat graffiti. Kesannya lagi di galeri lukisan gitu. Terus mereka juga bisa nilai karya siapa yang paling bagus. Jadi biarlah para pengguna jalan menjadi juri”.

Operasi “pengeboman” selalu dilakukan lewat tengah malam. Beberapa hari sebelumnya mereka pasti melakukan survei lokasi. Hasil check spot tadi bisa berbuah dua hal. Mereka bisa menemukan spot baru, atau mereka malah menemukan spot karya mereka perlu diperbarui.

“Biasanya sih kami perbarui dengan cara menimpa karya yang lama. Tapi kami enggak pernah nimpa atau merusak karya orang lain. Kenapa mesti diperbarui? Ya karena sudah bosan aja dan kadang sudah basi isi pesannya.”

Isi pesan sebagian besar graffiti crew di Indonesia, mungkin masih bersifat tagging crew alias cuma menonjolkan nama kelompok demi kepopuleran. Nama-nama kru disemprot dalam berbagai bentuk yang bisa menimbulkan decak kagum karena keindahannya.

“Kadang kita juga bikin pesan khusus seperti selamat ulang tahun untuk temen, pesan cinta untuk cewek, pesan sosial juga ada kok. Yang pasti kita enggak main politik. Cinta aja deh.”





GRAFFITI APA YA….

24 03 2008

GRAFFITI

Grafiti (grafitty atau grafitti) adalah kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan biasanya cat semprot kaleng atau pilok.

SEJARAH
Grafiti di Pompeii. Grafiti ini mengandung tulisan rakyat yang menggunakan bahasa Latin Rakyat dan bukan bahasa Latin Klasik.Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.

Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

GRAFFITI PADA ZAMAN MODERN
Grafiti pada Tembok Pemisah Israel di Israel-Palestina.
Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.
Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.
Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali karirnya dari kegiatan grafiti.

FUNGSI GRAFFITI
• Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial.
• Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial.
• Sarana pemberontakan.
• Bahasa rahasia kelompok tertentu.

Pada perkembangannya, grafiti di sekitar tahun 70-an di Amerika dan Eropa akhirnya merambah ke wilayah urban sebagai jati diri kelompok yang menjamur di perkotaan. Karena citranya yang kurang bagus, grafiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, grafiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.

Di Amerika Serikat sendiri, setiap negara bagian sudah memiliki peraturan sendiri untuk meredam grafiti. San Diego, California, New York telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa grafiti adalah kegiatan ilegal. Untuk mengidentifikasi pola pembuatannya, grafiti pun dibagi menjadi dua jenis.

GANK GRAFFITI
Yaitu grafiti yang berfungsi sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama gang, gang gabungan, para anggota gang, atau tulisan tentang apa yang terjadi di dalam gang itu.

Blood battle wildstyle


TAGGING GRAFFITI

Yaitu jenis graffiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak graffiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

Contoh tagging graffiti:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar